• doktor 2.jpg
  • PPSFEUII.jpg

Berita & Informasi Terbaru

923 Wisudawan UII Hadiri Wisuda Periode VI, 299 Raih Cumlaude

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar prosesi wisuda pada jenjang Doktor, Magister, Sarjana dan Ahli Madya untuk Periode VI Tahun Akademik (TA) 2015/2016 di Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir pada hari Sabtu (27/8). Wisuda pada hari ini diikuti oleh 923 wisudawan/wisudawati yang terdiri dari 25 orang dari Program Diploma (D3), 799 orang dari Program Strata Satu (S1), 93 orang wisudawan/wisudawati dari Program Magister dan 6 orang dari Program Doktor. Dari jumlah tersebut, 299 orang berhasil meraih predikat cumlaude.

Indek Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi pada Program Strata Satu, dengan nilai sempurna 3,93 (tiga koma sembilan tiga) berhasil diraih oleh Nur Gemilang Mahardhika, mahasiswa Fakultas Hukum, Program Studi Ilmu Hukum International Program.

Sementara waktu studi tercepat dengan masa studi tiga tahun enam bulan berhasil diraih oleh Desty Permata Sari, mahasiswi Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Program Studi Ilmu Komunikasi. Sampai wisuda kali ini, alumni UII telah mencapai jumlah 82.508 orang.

Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., dalam sambutannya selain mengucapkan selamat kepada para wisudawan, juga menyampaikan beberapa pesan penting. Di antaranya yaitu pentingnya para alumni yang baru diwisuda untuk mampu beradaptasi serta tanggap terhadap dinamika dan tantangan yang akan dihadapi di lingkungan yang baru. Hal ini disampaikannya terkait dengan pentingnya aktualisasi lulusan UII dalam berkarya di tengah masyarakat.

Selain itu, ia juga mengharapkan kontribusi alumni UII ke depan kepada bangsa dan negara di tengah bidang pekerjaan yang ditekuni. “Menjaga integritas adalah yang utama sebagai insan ulil albab, di antaranya dengan menjauhi perilaku koruptif dan menyimpang. Ini adalah komitmen yang harus dipegang oleh setiap alumni UII”, pesannya.

Sementara itu perwakilan alumni UII, dr. Ferihana tampil memberikan orasi alumni di hadapan wisudawan. Dokter alumnus FK UII tahun 2001 ini dikenal karena kiprahnya sebagai pendiri sekaligus pengelola aktif Rumah Sehat Muslim dan Dhuafa Yogyakarta. Sehari-hari ia berpraktek di kliniknya yang berlokasi di Sumberan 297, Desa Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Wanita muda yang juga akrab disapa Ummu Sulaym itu memiliki idealisme mulia yakni dengan menggratiskan biaya berobat bagi para pasien di kliniknya. Hal ini konsisten dilakoninya sejak tahun 2012 meski ia harus rela hidup sederhana karena besarnya biaya operasional klinik.

“Alhamdulillah saya dapat kuliah dan lulus dari FK UII meski orangtua saya termasuk bukan golongan berada. Namun yang membuat saya lebih bersyukur, keluarga dan orangtua mendukung saya untuk membuka praktek pengobatan gratis bagi masyarakat”, ucapnya penuh syukur.

Sebagai alumni UII, ia berpesan bahwa seorang muslim adalah duta dari Islam. “Maka seharusnya kita menjadi duta yang baik dan beradab, karena, Islam tercermin dalam diri kita”, tambahnya. Ia juga mengajak alumni untuk menjaga nama baik universitas, karena di manapun berada, almameter selalu menjadi tolak ukur kualitas para alumni.