• doktor 2.jpg
  • PPSFEUII.jpg

Berita & Informasi Terbaru

UII-TICMI Perkuat Upaya Edukasi Pasar Modal di Indonesia

Pencanangan kebijakan pemerintah atas tax amnesty (pengampunan pajak) mendorong pertumbuhan capital inflows (arus masuk modal) yang besar dan bermakna positif bagi pasar modal Indonesia. Seiring dengan minat investor yang terus meningkat, kebutuhan Sumber Daya Manusia pasar modal bersertifikasi di Indonesia menjadi suatu keniscayaan.

Dalam hal ini, perguruan tinggi memainkan peran strategis menjembatani kebutuhan SDM yang dimaksud sekaligus memberikan edukasi mengenai prospek dan arti penting pasar modal Indonesia.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara UII dengan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/8).

Perjanjian kerja sama UII-TICMI berbentuk penyelenggaraan pendidikan pasar modal bersertifikasi yang terdiri atas penyelenggaraan program Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) Reguler, program Wakil Manajer Investasi (WMI) Reguler, dan program Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM) Reguler. “Kerja sama ini diharapkan mampu berkontribusi untuk mempermudah calon profesional, khususnya mahasiswa UII, untuk mengikuti pendidikan sertifikasi keahlian pasar modal,” ungkap Dr. Harsoyo.

Sementara itu, Director of Listing Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat, mengatakan bahwa kerja sama UII-TICMI merupakan bagian penting dari upaya pengembangan pendidikan pasar modal Indonesia.

“Kerja sama ini kita harapkan mampu menjawab kebutuhan pasar modal di masa mendatang. Saat ini, dari total 8.000 orang pemegang sertifikat sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), hanya sekitar 2.000 WPPE yang tercatat aktif di pasar modal,” ungkap Samsul. Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan, Direktur TICMI, Rini Amidjono dan Yulianto Aji Sadono.

Samsul menambahkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) menunjukkan peningkatan positif yang tumbuh berkisar sekitar 10 persen selama satu bulan terakhir. Hal ini terjadi karena pengaruh kebijakan tax amnesty serta perombakan susunan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo yang membawa sentimen positif terhadap IHSG.

Pada penandatanganan perjanjian kerja sama UII-TICMI, Rektor UII mendapat kehormatan menghadiri seremoni pembukaan perdagangan bursa efek Indonesia sekaligus menekan bel pembukaan perdagangan bursa. Sesaat setelah perdagangan bursa dibuka oleh Rektor UII, IHSG meningkat 35,42 poin atau 0,65 persen.