Magister Akuntansi UII dan Univeristy of Western Australia Buka Program Double Degree

Dunia pendidikan kian berkembang pesat. Dibutuhkan kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi baik secara nasional maupun internasional. Universitas Islam Indonesia (UII) menyadari hal tersebut dan terus menjalin kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi. UII kali ini bekerjasama dengan University of Western Australia (UWA) untuk menjajaki program double degree di bidang master akuntansi.

Program bertajuk 1+1 Dual Degree Program itu melibatkan Program Master Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) UII dan Program Master Profesional Akuntansi UWA. Pertemuan guna tindak lanjut kerjasama dilakukan oleh kedua belah pihak, Nandang Sutrisno, SH, LLM, M.Hum, Ph.D selaku Rektor UII dan Prof. Peter Robertson selaku perwakilan dari UWA yang bertempat di Ruang Sidang Fakultas Ekonomi UII, Senin (7/5).

Sebelumnya, penandatangan artikel kerjasama sudah dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Mr. Ian Watt (Pro Vice-Chancellor (International) UWA) selaku perwakilan dari University of Western Australia dan Dr. Drs. Dwipraptono Agus Harjito, M.Si (Dekan Fakultas Ekonomi UII) selaku perwakilan dari Universitas Islam Indonesia.

Skema program ini yakni mahasiswa akan belajar 1 tahun di UII (semester 1 & 2) dan 1 tahun di UWA (semester 3 & 4). Selanjutnya mereka akan melakukan study research methodology pada semester pertama di UII dan penulisan thesis di UWA selama akhir semester.

Dalam kesempatan ini, Nandang Sutrisno memaparkan tentang sejarah maupun prestasi yang sudah diraih UII sekaligus pentingnya berkolaborasi antar institusi pendidikan. “Saat ini kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi begitu penting, universitas sebagai representatif pendidikan tinggi harus mencari prospektif kerjasama dengan universitas ternama lainnya. Bentuk kerjasama ini merupakan langkah maju meningkatkan kapabilitas untuk menghadapi tantangan global.”Ujarnya.

Selain itu, Nandang Sutrisno juga menekankan bahwa Australia merupakan tetangga dekat Indonesia dan merupakan salah satu pusat pendidikan tinggi di Asia. “Kerjasama ini begitu penting untuk terus meningkatkan kapabilitas UII khususnya dalam bidang penelitian. Dan saya berharap bahwa kerjasama ini akan memberikan keuntungan bagi mahasiswa UII maupun UWA. Ini akan menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar lebih dalam mengenai professional akuntan.”Tutupnya. (BKP/ESP)

Pengajian MILAD 25 Tahun PPs FE UII

Pada Sabtu 21 April 2018 telah dilaksanakan puncak acara dari Milad 25 tahun Program Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia di hall tengah yang dimulai dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB. Program-program di pasca sarjana yang dimiliki oleh FE UII adalah Doktor Ilmu Ekonomi, Magister Akuntansi, Magister Ekonomi dan Keuangan, dan Magister Manajemen. Rangkaian peringatan milad Program Pasca Sarjana FE UII sendiri dimulai dari pelaksanaan Bakti Sosial, lalu dilanjutkan dengan Business Plan Competition, dilanjutkan Seminar Nasional dan ditutup dengan Pengajian dengan pengisi acara utama yaitu Ustadz “Cinta” Restu Sugiharto.

Dalam acara ini tamu yang diundang adalah seluruh civitas akademika FE UII, dosen-dosen di FE UII, Dekan dan Wakil Dekan FE UII, serta Direktur Program Pasca Sarjana FE UII juga turut hadir untuk memeriahkan. Acara dimulai pada pukul 09.00 dengan dibuka oleh mc, lalu acara dilanjutkan dengan hiburan dari Gamelan Kanjeng Anom dengan menyanyikan 3 buah lagu sebagai hiburan awal, setelah itu pembacaan  ayat suci Al-Quran oleh salah satu dosen FE UII, suasana pada saat pembacaan ayat suci Al-Quran sangat khidmat dan tenang.

Acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh direktur Program Pasca Sarjana bapak Zainal Musthafa, pada sambutannya bapak Zainal menyampaikan kabar duka mengenai salah satu keluarga Program Pasca Sarjana dan berdoa bersama untuk mendiang. Bapak Zainal juga sedikit menceritakan apa saja rangkaian acara menyambut milad Program Pasca Sarjana FE UII serta menyebutkan pendukung-pendukung dari pelaksanaan acara milad. 

Selanjutnya sambutan dari dekan FE UII, bapak dekan memberi ucapan selamat milad yang ke 25 untuk Program Pasca Sarjana FE UII yang sudah berdiri sejak tahun 1993. Dilanjut dengan sambutan dari mantan pengelola Program Pasca Sarjana FE UII, beliau memberi banyak nasihat untuk segenap civitas akademika FE UII untuk diantaranya yaitu sikap menghargai orang lain dan qanaah.

Setelah sambutan-sambutan masuk ke dalam acara inti yaitu pengisian materi pengajian oleh Ustadz “Cinta” Restu Sugiharto, beliau dalam membuka pengajian dimulai dengan menyanyikan sebuah lagu tentang agama yang salah satu liriknya berbunyi “Cukup bagi kita Allah, Masalah sebesar apa bila disebutkan nama-Nya menjadi tak seberapa, menjadi tidak terasa”. Yang dimaksud oleh lirik tersebut adalah sebesar apapun masalah yang dihadapi jangan lupa bertasbih, dan mengingat Allah karena kita harus melibatkan Allah kedalam kehidupan kita. Ustadz Restu juga menyampaikan tentang bagaimana cara menyatukan umat yaitu dengan membaca surat At-Taubah ayat 129. Ayat tersebut memiliki cerita dibaliknya, beliau bercerita bahwa dulu Nabi Muhammad memiliki 2 kaum yang setia mendampinginya yaitu aus dan khazraj, dulu kedua kaum itu bermusuhan namun damai karena Nabi Muhammad. Namun gara gara yahudi yang mengadu domba kedua kaum tersebut mulailah mereka mulai membenci kembali dan memulai peperangan, namun saat Nabi Muhammad mendengar berita tersebut, nabi berlari dan berteriak “bukankah dulu kalian berdamai karenaku?” lalu kedua kaum tersebut mulai tersadar dan berpelukan serta meminta maaf, disitulah Nabi Muhammad melafalkan doa untuk menyatukan kembali kedua kaum. Jadi intinya disini Ustadz menyampaikan jika UII ingin bersatu anggotanya dan menjadi semakin baik kedepannya banyak-banyak mengamalkan bacaan doa Nabi Muhammad.

Ustadz juga menyampaikan bahwa milad seharusnya merupakan puncak dari kesyukuran oleh karena itu ustadz mengajak semua tamu untuk bertasbih dan bersyukur bersama yang dipandu oleh ustadz dan diiringi oleh Gamelan Kanjeng Anom. Pengajian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur PPS FE UII.

UII Kembali Lahirkan Doktor Baru Bidang Ekonomi

Pengembangan bidang akademik merupakan prioritas utama untuk menghasilkan para lulusan yang berkompeten. Universitas Islam Indonesia (UII) juga terus bersinergi dengan mencetak lulusan pada jenjang program doktornya. Pada periode ini Program Doktor Ilmu Ekonomi UII melahirkan seorang doktor baru yaitu  Dra. Salamatun Asakdiyah, M.Si. Dengan kelulusan kali ini, promovendus merupakan peraih gelar Doktor ke-121 yang promosinya dilaksanakan di UII.

Salamatun Asakdiyah berhasil menyandang gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Membangun Komunikasi Word of Mouth Melalui Anteseden dan Konsekuensi Kualitas Pelayanan Perguruan Tinggi” dengan konsentrasi Manajemen Pemasaran. Ujian terbuka yang dipimpin oleh Rektor UII Nandang Sutrisno, S.H., M.Hum., LL.M., Ph.D berlangsung  di Fakultas Ekonomi UII pada Sabtu (20/1). Dewan penguji lainnya yakni Dr. Zainal Mustafa EQ, MM, Dr. M. Irhas Effendi, SE., M.Si dan Drs. Anas Hidayat, MBA, Ph.D.

Disampaikan Salamatun Asakdiyah latar belakang dibentuknya penelitian ini untuk merespon perkembangan ekonomi global yang membutuhkan peningkatan daya saing institusi pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan daya saing perguruan tinggi dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pengembangan organisasi yang sehat, peningkatan kualitas pelayanan dan kepuasan Stakeholders.

Dosen Negeri Kopertis Wilayah V DIY DPK Universitas Ahmad Dahlan ini menjelaskan, dengan latar belakang penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetensi karyawan dan semakin tinggi komitmen karyawan akan mengakibatkan semakin tingginya kualitas pelayanan. Selain itu, semakin tinggi kualitas pelayanan akan mengakibatkan semakin tingginya kepuasaan mahasiswa, trust mahasiswa, komitmen mahasiswa dan komunikasi word of mouth. (BKP/RS)

PPs FE UII Mengadakan Kuliah Perdana

Program pascasarjana fakultas ekonomi UII (PPs FE UII) kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru semester ganjil  tahun akademik 2017/2018. Dari sekian pendaftar terpilih 88 mahasiswa  sebagai warga baru di program studi Magister dan Doktor.

Disampaikan Direktur Program Pascasarjana  Dr. Zainal Mustafa EQ, MM, dalam laporannya, bahwa jumlah pendaftar PPs FE UII pada semester ganjil tahun akademik 2017/2018 mengalami  peningkatan dibanding tahun akademik 2016/2017. Hal ini menunjukan semakin kuatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan yang diselenggarakan Program Pascasarjana FE UII.

Beberapa Program studi menunjukan peningkatan diantaranya Program Magister Manajemen sebanyak 50 mahasiswa, Program Magister Akuntansi 18 mahasiswa, Program Magister Ekonomi dan Keuangan sebanyak 12 mahasiswa dan Program Doktor Ilmu Ekonomi 8 orang.

“Indonesia memiliki kekayaan alam dengan bumi yang subur, air yang melimpah di sungai dan lautan, dan banyak gunung sebagai pancang bumi yang kokoh dan menyuburkan sehingga bangsa ini dikenal gemah ripah loh jinawi tapi sangat mengherankan ketika kemiskinan masih melilit sebagian bangsa dan masyrakat ini”, hal ini disampaikan Prof. Jawahir Thontowi, SH., Ph.D dosen Fakultas Hukum UII sebagai pembicara di Kuliah Perdana dengan tema “Penegakan hukum inklusif terhadap kejahatan korupsi guna pemanfaatan sumber kekayaan alam untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan”

Beberapa faktor penyebab hal tersebut antara lain, keberadaan struktur SKA dan pertambangan tidak sepenuhnya mewakili kehadiran peran Usaha Negara, dan tidak mudahnya membawa pelaku kejahatan korporasi, pertambangan dan sejenisnya, serta tidak terdeteksinya berbagai korporasi investor asing di daerah-daerah yang perizinannya dikeluarkan oleh kepala daerah.

Untuk itu secara akademik Prof. Jawahir Thontowi, SH., Ph.D mengharapkan mahasiswa Pasca Ekonomi mampu memiliki kemampuan memprediksi metode mencegah hal tersebut, sehingga perlu adanya kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum UII untuk melakukan  kolaborasi kajian, paralel S3 Doktor Ilmu Hukum dan Doktor Ekonomi untuk pengembangan ekonomi atau hukum kreatifit, sebagai suatu ijtihad dalam meningkatkan pemanfaaatan SKA dan pertambangan di darat dan laut sehingga menciptakan kesejahteraan dan keadilan masyarakat.

Pascasarjana Fakultas Ekonomi UII Kembali Luluskan Doktor Baru

Ayif Fathurrahman, SE., MSi., yang juga merupakan alumni Universitas Islam Indonesia (UII) meraih gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan setelah berhasil mempertahankan desertasinya pada pelaksanaan Ujian Terbuka Promosi Doktor, Program Doktor Ilmu Ekonomi Pascasarjana Fakultas Ekonomi UII, yang dilaksanakan di Gedung Fakultas Ekonomi UII, Condongcatur, Senin (8/1),

Jalannya sidang dipimpin oleh Nandang Sutrisna, SH., LLM., M.Hum., Ph.D., didampingi jajaran Promotor yakni Prof. Dr. Hadri Kusuma, MBA (Promotor), Drs. Akhsyim Afandi. MA., Ph.D (Co-Promotor 1), Drs. Agus Widarjono, MA., Ph.D (Co-Promotor 2), dan jajaran Penguji yang terdiri dari Dr. Jaka Sriyana, SE., M.Si., Abdul Hakim, SE., M.Ec., Ph.D., Dr. Syafiq Mahmadah Hanafi, S.Ag.,M.Ag. Dengan kelulusan kali ini, promovendus merupakan peraih gelar Doktor ke-118 yang promosinya dilaksanakan di UII.

Ayif Fathurrahman menjelaskan disertasi berjudul “Pengaruh Fractional Reserve Banking Dan Financial Variable Terhadap Kinerja Dan Kesehatan Bank Umum (Konvensional dan Syariah) di Indonesia”. Ia menjelaskan bahwasannya “Fractional Reserve Banking ( FRB) memberikan tekanan yang sangat kuat terhadap faktor penurunan kinerja dan kesehatan Bank Umum Syariah, yang berada di Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui kuatnya tekanan oleh semua variabel FRB terhadap kinerja dan resiko likuiditas Bank Umum Syariah.

Dari fakta penelitian yang dilakukan Ayif Fathurrahman pada Bank Umum Syariah muncul potensi mis-match maturity dan adanya resiko “too big to fail” yang lebih besar dibandingkan dengan Bank Umum Konvensional. Hal ini dikarenakan secara empiris ditemukan fakta bahwa praktek FRB di Bank Umum Konvensional relatif bisa dikendalikan dan pengaruhnya tidak signifikan terhadap penurunan kinerja dan resiko likuiditas Bank Umum Konvensional.

“Sementara jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan Syariah di Indonesia mendorong peningkatan kinerja. Namun demikian, di waktu yang sama memberikan tekanan terhadap resiko likuiditas bank syariah,” ungkap Ayif Fathurrahman yang saat ini berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. (RRA/RS)

Seminar Pasar Modal “4B CAPITAL MARKET Belajar, Bekerja, Berinvestasi, dan Berbisnis Di Pasar Modal”

pascasarjana uii ekonomi

Sabtu,18 November 2017 telah diadakan Seminar Pasar Modal yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia,acara ini bertemakan “B4P CAPITAL MARKET,Belajar,Bekerja,Berinvestasi dan Berbisnis Di Pasar Modal” yang dilaksanakannya bertempat di Hotel Rich Jogja,yang dimulai pada pukul 08.00 WIB. Acara ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari Program Pascasarjana dan Program Sarjana.

Dalam rangkaian acaranya acara ini dibuka oleh Bapak Zainal Mustofa yang merupakan Direktur dari program Magister Manajemen beliau berharap kedepan nya Pojok BEI dapat terus berkembang dan semakin maju serta dapat memberikan manfaat khususnya bagi mahasiswa dan lembaga dalam bidang akademik dan praktek prakteknya di masa depan. Ditambah lagi Universitas Islam Indonesia satu satunya institusi di Indonesia yang memiliki pojok bursa efek Indonesia yang terletak di Fakultas Ekonomi nya. Lalu acara selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Direksi PT CIMB Sekuritas dalam sambutan nya beliau berharap bahwa MOU yang dijalankan dapat terus terjalin dan saling memberi manfaat bagi masing-masing pihak.

Pada materi sesi pertama di isi oleh Bapak Arif Singapurwoko selaku akademisi Universitas Islam Indonesia yang menggeluti dunia pasar modal. Beliau menyatakan bahwasannya saat ini kompetisi dunia kerja semakin ketat dan menuntut mahasiswa untuk lebih profesional lagi. Oleh karena itu, para mahasiswa hendaknya mengambil profesi dan sertifikasi atau lisensi khususnya di bidang pasar modal. Banyak perusahaan lebih memilih calon pekerja yang memiliki lisensi. Sehingga, nantinya para lulusan yang baru tidak menunggu lama hingga mendapatkan pekerjaan. 600.000 investor yang ada, hanya sedikit yang telah memiliki lisensi profesional maka hal ini dapat menjadi peluang yang besar. Memahami struktur pasar modal terlebih dahulu yang dapat menjadi dasar pedoman dalam berinvestasi. Belajar teknikal dan fundamental tentang pasar modal juga menjadi hal penting saat akan berinvestasi dengan mempelajari pasar modal kita dapat mengetahui trend dan kondisi perekonomian bangsa kita.

Materi berikutnya disampaikan mengenai program Incubator-Start Up Company. Perusahaan Unilever, salah satu tokoh Ibu Mutia Hatta memiliki cerita menarik saat melakukan investasi. Pada awalnya beliau menyimpan sahamnya selama 18 tahun sebanyak 4 lot sebesar 11.000.000 rupiah. 18 tahun kemudian nilainya meningkat menjadi 5 miliar rupiah. Fenomena ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan ladang investasi yang sangat menguntungkan, namun banyak orang yang belum dan mau untuk berinvestasi sehingga tidak dapat merasakan manfaatnya. Salah satunya yang menjadi tren adalah start-up saham yang lagi banyak diminati. Start-up ini telah didukung besar oleh IDX (Indonesian Stock Exchange ) atau Bursa Efek Indonesia dengan jumlah 1000 start-up.

Ada beberapa kata yang menarik dalam acara ini, pertama ” yang penting bukan berapa besar penghasilan kita, tetapi berapa besar investasi kita”, kedua “hai mahasiswa , jika gagal menjadi pria tampan maka jadilah pria mapan” dan ketiga, “sahamku maharku”. Terakhir, acara ditutup oleh penyerahan cindera mata kepada IDX, Bank CIMB dan Universitas Islam Indonesia.

Workshop Audit Forensik Planning and Execution of Asset Emblezzlement Investigation , Centrefor Forensic Accounting Studies FE UII

Pada Jumat 8 Desember 2017 bertempat di Royal Ambarukmo Yogyakarta, diadakan Workshop Audit Forensik Planning and Execution of Asset Emblezzlement Investigation, dimana Fakultas Ekonomi UII sebagai penyelengara acara tersebut. Acara tersebut merupakan acara rutin yang diadakan, Fakultas Ekonomi dimana biasanya digelar sebanyak 2 kali dalam satu tahun. Audience pada workshop ini adalah praktisi maupun juga pengajar akademisi. Pada Workshop ini terdapat 8 Audience diantaranya dari, Otoritas Jasa Keuangan Makassar, PT.Bank Jambi , Universitas Trisakti Jakarta , BRI Syariah Jakarta .

Rangkaian acara workshop berlangsung selama 3 hari Jumat ,Sabtu dan Minggu . Pada hari pertama acara dibuka oleh Bapak Hendi Yogi Prabowo, SE,M.forAccy,PhDCFrA yang merupakan perwakilan dari pengelola Audit Forensik FE UII. Dalam pembukaan ini, Beliau memaparkan mengenai profil singkat para pengisi Worksop yang akan mengisi selama acara berlangsung. Tepat pukul 08.30 sesi pertama dimulai yaitu mengenai Introduction fundamentals of behavioral forensicsin fraud investigation , dimana materi ini disampaikan oleh Bapak Hendi Yogi Prabowo, SE,M.forAccy,PhDCFrA.

Dalam sesi ini peserta dipaparkan mengenai bagaimana  dasar-dasar behavior audit yang harus dimiliki oleh para audit , selain itu Beliau juga menegaskan bahwasannya tidak ada standar baku dalam audit , sehingga pasti akan terdapat perbedaan dalam setiap sesi karena pada workshop ini sengaja didatangkan pembicara dari berbagai latar belakang . Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada para peserta dari berbagai persepektif yang berbeda , hal ini menegaskan bahwa audit bersifat fleksibel . Pada sesi ini juga peserta secara aktif berdiskusi kepada pembicara tentang bagaimana suatu penyelewengan keuangan terjadi dalam suatu perusahaan maupun intansi .

Pada sesi kedua diisi oleh salah satu pengajar dari Fakultas Hukum UII dan merupakan pengacara di Yogyakarta Beliau yaitu Dr. Arief Setiawan ,SH.,MH . Materi yang disampaikan mengenai legal aspect in fraud investigation , dimana beliu menjelaskan secara menarik dan detail tentang audit forensik dalam kacamata hukum. Beliau mengatakan bahwasannya “Forensik berfungsi untuk membantu proses peradilan ,serta perlu dibedakan antara truth dan rightness” . Dalam sesi ini para Audience juga dapat secara langsung bertanya ,dan berdiskusi . Sehingga pada sesi ini ,menarik karena para peserta diajak untuk mengenali prosedural dalam hukum dalam pengungkapan suatu penyelewengan keuangan yang dimisalkan adanya korupsi , dan pada sesi ini selesai pukul 11.45.

Sesi ketiga diisi oleh Bapak Mulia Ardi, SE., AK., MM beliau bekerrja pada lembaga sertifikasi auditor forensik. Materi yang disampaikan pada sesi ini adalah Theories and Concepts of Fraud and Fraud Investigation. Meskipun beliau sudah tidak muda lagi, beliau masih sangat semangat dan luwes mengisi materi tersebut pada sesi 3. Dalam sesi ini ada beberapa hal penting yang tercatat, seperti apa yang beliau katakan “Profesi Audit Forensik mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.” Selain itu, disampaikan juga mengenai pengertian dan faktor pendorong fraud, lingkup fraud, investigasi fraud dan pengertian penelaahan masalah. Pada sesi ini interaksi pemateri dengan para peserta sangat baik. Beberapa peserta ada yang mengajukan pertanyaan mengenai materi yang telah disampaikan. Ibu Irawati dari PT. Bank Jambi dan Desiyana Patra Rapang Dari Otoritas Jasa Keuangan Makassar adalah yang mengajukan pertanyaan. Selain itu, peserta yang lain juga aktif berdiskusi.

Sesi terakhir disampaikan oleh Bapak Hendi Yogi Prabowo, SE,M.forAccy,PhDCFrA. Yang mana sudah menyampaikan materi pada sesi pertama. Pada sesi ini, beliau menyampaikan materi mengenai Managing Documentary Evidence with Nvivo 11 – Part 1.  Beberapa poin yang disampaikan adalah mengenai aplikasi untuk membantu audit forensik. Pada sesi ini peserta juga diminta untuk meng-install­ aplikasi Nvivo bersdama-sama. Beliau mengatakan bahwa dengan bantuan aplikasi seperti Nvivo atau sejenisnya dapat membantu dalam normalization of Fraud. Dan yang terakhir, peserta dengan Bapak Hendi secara bersama-sama melakukan simulasi dengan menggunakan Nvivo untuk audit forensik. Sesi ini berakhir pada pukul 17.30 dan pada sesi ini diakhiri dengan foto bersama.

Peningkatan daya Saing UMKM Indonesia dalam Menembus Pasar ASEAN

Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN bekerjasama dengan Universitas Indonesia (UII), pada tanggal 4 Desember 2017 telah menyelenggarakan Seminar berjudul “Peningkatan Daya Saing UMKM Indonesia dalam Menembus Pasar ASEAN” di kampus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Condongcatur, Yogyakarta.

Seminar ini dibuka oleh Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., M.Hum., LLM., Ph.D., setelah mendengar sambutan pengantar dari pelaksana Tugas Wakil Tetap RI untuk ASEAN, Duta Besar Chilman Arisman. Para pembicara dalam Seminar adalah Staf Ahli Menlu Bidang Diplomasi Ekonomi, Ridwan Hassan, Direktur Perundingan ASEAN Kemendag, Donna Gultom, Anggota Tim Pokja KEIN/Anggota Tim Reformasi Birokrasi Kemenkop dan UKM, Pariaman Sinaga dan Pakar Pengembangan UMKM, Jaka Sriyana dari FE UII.

Acara Seminar ini dihadiri oleh para mahasiswa dan dosen UII, selain itu juga turut mengundang 100 pelaku UMKM dari berbagai industri yang ada di wilayah Yogyakarta, beberapa organisasi penggiat UMKM serta pejabat Pemprov DIY yang terkait dengan pemberdayaan UMKM.

Acara seminar yang diadakan oleh Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN ini menjelaskan bahwa stabillitas dan perdamaian ASEAN selama 50 Tahun menjadi modal utama bagi pertumbuhan ekonomi. Peningkatan perdagangan intra-kawasan dari USD 80 miliar pada tahun 1993 menjadi USD 550 miliar pada tahun 2015 menjadikan ASEAN sebagai kawasan dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-6 di dunia dan ke-3 di Asia. Selain itu, jumlah investasi dan wisatawan intra-kawasan ASEAN juga menunjukkan trend yang sama yang sudah mencapai USD 22.8 miliar dan 108.8 juta wisatawan.

Pencapaian tersebut membuat ASEAN diakui keberadaan dan peranannya dalam mempengaruhi arsitektur ekonomi dunia untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan serta menjalin kerjasama yang lebih erat melalui terbentuknya arsitektur kawasan yang baru. Oleh karenanya, wajar jika dikatakan ASEAN telah sukses membangun ekosistem yang mendukung perdamaian dan kesejahteraan di kawasan dan terus berkembang dari sebuah organisasi yang terhitung fleksibel menjadi sebuah komunitas yang terikat kuat.

Meski telah sedemikian besarnya kemajuan dan kesuksesan yang dinikmati selama 50 tahun, bukan berarti ASEAN tidak memiliki ruang untuk terus dimutakhirkan dan diperbaiki. Masih banyak tantangan-tantangan yang perlu dihadapi secara kolektif. Tantangan tersebut diantaranya adalah ketimpangan ekonomi, sentralitas ASEAN dan yang terakhir penguatan Sekretariat ASEAN.

Bapak Jaka Sriyana selaku pengamat dan Pakar UMKM FE UII memaparkan terkait strategi peningkatan daya saing UMKM melalui inovasi produk dan peningkatan kualitas agar mampu menembus pasar ekspor baru. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa dukungan pemerintah menajdi salah satu faktor kunci, khususnya terkait kegiatan promosi untuk membantu membuka dan memperluas pasar melalui G to G agreement. Lebih jauh, dukungan pemerintah terhadap pengembangan UMKM juga bisa diwujudkan dengan mengembangkan mental wirausaha melalui berbagai sinergi yang bisa dilakukan oleh Pemerintah dan BUMN dengan berbagai Perguruan Tinggi.

Seminar ini dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak, khususnya sesuai dengan tema seminar hari ini, “Peningkatan Daya Saing UMKM Indonesia untuk Menembus Pasar ASEAN.”

Progam Pascasarjana FE UII Selenggarakan Jogja Economic and Business Outlook 2017

Di penghujung tahun ini untuk menyambut datangnya tahun baru 2017, para pelaku bisnis dan pengamat ekonomi giat melakukan berbagai analisis keadaan ekonomi Indonesia pada masa mendatang. Aspek penilaian dilakukan pada berbagai bidang untuk mengetahui peluang dan tantangan ekonomi di Jogja pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

Bertempat di Ruang Aula Utara Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII), Dr. Zainal Mustafa EQ, MM selaku Direktur Progam Pascasarjana FE UII membuka secara resmi pada acara yang berlangsung pada hari Selasa, 20 Desember 2017. Kepala Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY), Dr. Fauzi Nugroho, SE., MM., CTSI didaulat menjadi keynote speaker Beliau memberikan highlight informasi mengenai potensi DIY dalam setahun kedepan. Sektor pariwisata dan perhotelan diprediksi akan terus meningkat.

Pada parallel session, diawali oleh guru besar FE UII, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M. Ec yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia lima tahun terakhir mengalami degradasi yang jelas. Sedangkan laju pertumbuhan perekonomian tahun 2016 yang relative statis dibanding tahun sebelumnya. Hal ini patut disyukuri karena terdapat tekanan pada anggaran pemerintah tahun 2016, yang diselamatkan adanya tax amnesty. Hal ini menyebabkan bertambahnya penerimaan dalam APBN, kemampuan fiskal yang longgar, dan dampaknya perekonomian mengalami penguatan dan dunia usaha pun masih akan terselamatkan.

Namun, persoalan ekonomi Indonesia masih tetap berkutat pada masalah banyaknya pengangguran yang tidak terserap oleh lapangan pekerjaan, kemisikan dan ketidakmerataan kesejahteraan rakyat. Prof. Edy menyimpulkan bahwa sangat sulit dan pesimis akan tercapainya laju pertumbuhan ekonomi yang baik pada tahun 2017. Tahun mendatang Indonesia akan tetap masih dipengaruhi oleh perekonomian Amerika dan Tiongkok. Outlook ekonomi dan bisnis masih belum banyak berubah terlebih lagi ada faktor politik dan banyak faktor lainnya.

Pembicara berikutnya, dosen FE UII sekaligus pengamat bisnis Drs. Suwarsono Muhammad, MA menyoroti tahun mendatang dari pengaruh dunia terhadap Indonesia. Dimana fenomena Brexit (British Exit) yang terjadi dipertengahan tahun 2016 dan  terpilihya Donal Trump sebagai presiden Amerika Serikat menjadi era transisi berskala besar. Dunia akan mengalami G-Zero (G-Nol) yaitu dunia tanpa pemimpin. Jika pada masa sebelumnya setelah era Perang Dingin berakhir, Amerika menjadi satu-satunya Negara adikuasa dunia – yang disebut dengan G-1.

 

Terakhir, seorang pebisnis yang merupakan owner kantor pemasaran Mandiri Prudential  Ir. Hawari N. Tandjaya RFP ™. QWP® menjelaskan bahwa peningkatan laju ekonomi Indonesia sebesar 5,1% – 5,4% merupakan kontribusi peningkatan belanja Negara. Dimana Presiden Joko Widodo sedang giat membangun untuk menghabiskan anggaran belanja Negara dengan target selesai pada akhir tahun ini. Sedangkan jika disoroti dari kacamata bisnis, dengan angka inflasi yang terus menurun peluang bisnis terbesar berasal dari aspek keuangan dan asuransi.

PPs FE UII UII Dipercaya Sebagai Penyelenggara Beasiswa BUDI DN

Program Studi (Prodi) Magister Manajemen Universitas Islam Indonesia (MM UII) memperoleh kepercayaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) sebagai salah satu penyelenggara Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri (BUDI DN) untuk tahun 2016. Kemenristek Dikti tahun 2016 ini secara keseluruhan memberikan kesempatan beasiswa pada jenjang studi S2 dan S3 dengan kuota 2.300 orang untuk studi dalam maupun di luar negeri.

Disampaikan Ketua Prodi MM UII, Dr. Zainal Arifin, M.Si., Selasa (26/7), sebagai salah satu prasarat yang harus dipenuhi pendaftar yakni telah tercatat sebagai dosen pada perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun swasta di lingkungan Kemenristek Dikti dan mempunyai NIDN atau NIDK. Pendaftaran beasiswa akan ditutup pada 31 Juli 2016 mendatang.

Dr. Zainal Arifin menuturkan, sebagai salah satu penyelenggara BUDI DN tentunya akan manambah kepercayaan masyarakat akan Prodi yang ia pimpin. Terlebih pada tahun ini Prodi MM UII juga berhasil mempertahankan akreditasi A. Menurutnya atas kepercayaan ini kewajiban selanjutnya adalah bagaimana memberikan kualitas terbaik, dan jangan sampai mengecewakan.

“Dengan raihan akreditasi A, kami memperoleh tawaran dari Kemenristek Dikti untuk turut mengajukan diri sebagai penyelenggara BUDI DN. Tawaran ini kemudian kami tindak lanjuti dengan harapan kualitas kami juga akan semakin diakui,” tuturnya.

Diungkapkan Dr. Zainal Arifin, kepercayaan dari Kemenristek Dikti sebagai penyelenggara BUDI DN tentunya juga tidak lepas dari upaya yang dilakukan oleh pihaknya secara terus menerus dalam meningkatkan kualitas. Ia menuturkan, ke depan sosialisai akan terus dilakukan guna menjaring para pendaftar. Menurutnya, sebagai penyelenggara BUDI DN ada beberapa benefit yang secara langsung maupun tidak langsung diperoleh. Salah satunya adalah input mahasiswa yang diterima juga akan semakain berkualitas.

“Tentunya mahasiswa yang kami terima akan semakin berkualitas. Dimana proses seleksi pendaftar program ini tidak hanya dilakukan oleh kami, tetapi juga akan melibatkan dari Kemenristek Dikti,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikan Dr. Zainal Arifin, kepercayaan yang telah diperoleh harus dapat direspon dengan baik mengingat tantangan ke depan juga akan meningkat. Upaya yang akan dilakukan diantaranya adalah dengan melakukan perbaikan pada penyelenggaraan proses belajar mengajar, meningkatkan kualitas dosen serta meningkatkan karya ilmiah di jurnal internasional bagi para mahasiswa.

“Dengan keperyaan yang diterima ini, diharapkan Program MM UII dapat menarik minat mahasiswa dari luar DIY. Terlebih sampai saat ini belum ada Prodi MM di kampus swasta di wilayah DIY lainnya sebagai penyelenggara program BUDI DN ini,” paparnya.